Rabu, 30 Maret 2022

Blogger Tanpa Laptop dan Impian Memiliki ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400)

 

“Apa syaratnya menjadi seorang blogger?”

 

Kalau diberi pertanyaan tersebut, kira-kira apa jawaban writers? Harus punya blog? Bisa menulis? Bisa editing gambar? Punya laptop? Punya kamera atau smartphone?

 

Kalau saya pribadi sih jawabannya yang pertama punya laptop dan smartphone karena kedua barang tersebut yang bakalan menunjang aktivitas ngeblog saya. Barulah saya membuat blog dan mulai menulis.

 

“Tapi kan ngeblog enggak harus pakai laptop? Bisa pakai smartphone.”

 

Ya memang! Banyak kok blogger yang ngeblog pakai smartphone. Etapi ternyata itu tidak berlaku bagi saya. Saya tetap sama merasa kesulitan ketika menulis menggunakan smartphone. Apalagi kalau tengah menulis review, entah review skincare, drama, alat elektronik, maupun review tempat wisata.

 

Menurut saya, menulis chatt whatsapp yang panjang kali lebar itu sangatlah berbeda dengan menulis artikel. Dan sayapun sering kali merasa kesulitan saat update blog menggunakan smartphone. Meskpiun terlihat praktis, akan tetapi ternyata lebih ribet.

 

drama blogger menjelang deadline

Laptop Rusak Disaat Menjelang DeadLine

Hingga hari itupun terjadi. Di suatu siang yang embuh yang menurut saya bukan suatu hari yang baik bagi saya. Saat tengah membuka laptop yang sudah 11 tahun menemani, saya dikejutkan dengan keyboard yang rusak. Ada beberapa abjad yang tak lagi berfungsi. Duh duh, mengsedih. Hingga akhirnya suamipun pergi ke toko teman saya yang menjual serba-serbi komputer dan membeli keyboard eksternal.

 

Alhamdulillah, akhirnya sayapun bisa mengerjakan job review di blog. Sekitar sebulanan keadaan masih aman. Laptop masih berfungsi dengan bantuan keyboard eksternal.

 

Akan tetapi, disaat akhir bulan di mana tabungan sudah terkuras dan ada beberapa job review di blog yang harus segera terselesaikan (lagi), laptop saya kembali berulah writers. Saya dikejutkan dengan layar hitam di hadapan saya, layar laptop yang muncul awalnya hanya  garis hitam saja, terus bisa nyala kemudian mati. Begitu seterusnya. Dan ternyata? LCD laptop saya rusak, writers

 

Bisa dibayangkan bagaimana perasaan saya waktu itu, writers. Saya ada deadline job di blog. Selain kebingungan menulis, beberapa foto saya juga tersimpan di laptop tersebut. Saya masih ingat dengan pasti bagaimana paniknya saya. Bingung itu pasti apalagi di daerah saya saat ini sudah jarang ada warnet. Mencoba menulis menggunakan smartphone, tapi malah amburadul.

 

Terus ingat laptop ASUS milik adik saya. Meskipun laptopnya sudah lemot (loading lama) karena kebanyakan diinstal aplikasi, tapi yasudahlah. Meskipun agak lama tapi tetap Alhamdulillah dan sayapun bisa mengerjakan job review di blog.

 

Sebenarnya sih masih banyak bahan yang mau saya update di blog lagi selain job tersebut. Apalagi saya tidak hanya mempunyai satu blog saja, tapi ada 4 blog yang saya handle dan tentunya harus hidup. Dan drama laptop rusak cukup mengacaukan agenda ngeblog saya. Ada beberapa skincare, tempat wisata, dan drama Korea yang ingin saya review. Tapi alhasil… zonk dan sebatas angan belaka.

 

Meminta Laptop ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400)

Impian Memiliki Laptop ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400)

Sebagai blogger yang teramat sangat membutuhkan laptop, jika laptop rusak sih pilihannya ada dua, yaitu di service atau beli lagi. Kebetulan laptop saya laptop tua, baterainya saja sudah tidak berfungsi dan saat digunakan harus sambal di charger, terus keyboard juga sudah bermasalah sehingga saya menggunakan keyboard eksternal, dan ditambah LCD juga sudah rusak. Saya berfikir, kalau service juga butuh dana yang tak sedikit. Kenapa tidak beli saja?

 

“Beli laptop?”

 

Ah, semudah itu angan saya ingin membeli laptop. Dikira beli kacang goreng? Pengen langsung bisa terlaksana? Ini laptop loh, writers? Duit dari mana? Suami belum masuk kerja dan masih menunggu SK turun. Sementara saya? Ya mengandalkan fee dari job ngeblog dan sosial media. Itupun untuk menyambung hidup. Sementara laptop rusak?

 

“Bagaimana bisa bekerja kalau alat tempurnya saja tidak ada?”

 

Pusing tujuh keliling. Ingin menangis, ingin berkata kasar, ingin mengeluh, tapi kok ya rasanya buang-buang waktu saja. Memanganya kalau saya nangis, kalau saya marah, kalau saya teriak-teriak, terus bakalan ada laptop yang jatuh dari langit? Tentunya tidak, kan? Yang ada malah saya capek sendiri.

 

Untuk melegakan hati, sekaligus banyak berdoa agar diberi kemudahan rejeki, sayapun browsing dan mencari tahu tentang laptop yang cocok buat saya bekerja. Yups, bekerja. Yang nyaman buat nulis, enggak ngelag buat editing gambar, dan tentunya asyik juga buat nonton drama Korea. Yups, saya memasukkan nonton drama Korea sebagai pekerjaan ya writers, karena nantinya juga bakal saya review di blog, heheheh kalau tidak malas #ehhh

 

Terus saya nemu tentang laptop ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400). Langsung nanya ke diri sendiri, ASUS menghadirkan laptop yang bagaimana lagi nih? Yang kemarin-kemarin saja belum kesampaian masa iya sekarang sudah ada yang baru lagi?

 

Kepo dong saya, terus nyari tahu tentang spesifikasinya.

 

Spesifikasi ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400)  

Nah, writers kepo juga enggak nih sama laptop ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400)? Kalau iya, mari kita kupas tuntas sampai ke mesin-mesinnya.

 

Review ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400)

Pertama-tama mari kita bahas tentang layarnya. Secara ya layar inilah yang bakalan kita tatap selalu. Mulai dari mengetik, browsing, sampai nonton drama kan pastinya menatap layar laptop, masa iya nonton drama kok menatap layar tembok, kan enggak lucu? Wkwkwkwk… garing.

 

ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) ini writers, dilengkapi dengan layar yang berteknologi ASUS OLED dan sudah mengantongi sertifikat low blue-light dan anti-flicker dari TÜV Rheinland. Di mana dengan teknologi  low blue-light dan anti-flicker dari TÜV Rheinland ini membuat penggunanya lebih aman dalam hal Kesehatan mata dan juga lebih nyaman dalam penggunaannya. Sehingga, lama di depan layar laptoppun ya mata kita tidak mudah lelah.

 

Ukuran layar laptop ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) ini ternyata lebih besar dari pendahulunya loh, writers. Rasio layarnya yaitu d16:10 dengan  beresolusi 2.8K (2880x1800). Terus nih writers, tampilan visual layarnya juga didukungan dengan fitur HDR yang tersertifikasi oleh VESA dengan tingkat akurasi warna yang dihasilkan juga sangat tinggi dan sudah berstandar industri melalui sertifikasi PANTONE Validated Display. Ini kalau buat nonton drama, pasti jerawatnnya oppa dan unnie bakalan bisa terpampang nyata. Oh ya, ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) juga dilengkapi dengan fitur touch screen atau layar sentuh dan dilengkapi dengan fitur ScreenPad™ 2.0 juga.

 

ScreenPad™ 2.0? Fitur apalagi sih ini?”

 

ScreenPad™ 2.0 ini adalah fitur yang membedakan ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) dengan sebagian besar laptop premium lainnya. Tampil sebagai layar kedua sekaligus touchpad. Gampangnya ini loh writers, touchpadnya tuh ada layarnya. Kayak gambar di bawah ini 😊

 

ScreenPad 2.0 ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) 

Melalui fitur App Switch, ScreenPad™ 2.0 ini juga bisa jadi layar kedua yang menampilkan aplikasi apapun loh, writers. Keren banget kan, writers? Cocok nih buat yang suka kerja multitasking.

 

Fitur lain yang tak kalah menarik yang ada pada ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) adalah fitur Quick Key. Dengan fitur Quick Key ini writers, kita bisa mengakses berbagai shortcut secara lebih cepat tanpa harus menghafal kombinasi tombol di keyboard.

 

“Lantas, bagaimana nih dengan performa ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400)?”

 

Namanya juga laptop seri terbaru, pasti performanya juga lebih bagus dari seri sebelumnya dong, ya?  Laptop modern ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) sudah diperkuat oleh prosesor Intel® Core™ generasi ke-11 terbaru dan juga Intel® Iris® X graphics dan juga NVIDIA® GeForce® MX450 yang powerful untuk multitasking dan juga aman digunakan untuk mendesain grafis. Menurut saya, ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) cocok banget buat pekerjaan seorang blogger yang sukanya multitasking, tidak hanya menulis saja tapi juga mendesain gambar, bahkan terkadang juga mengedit video.

 

ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) juga dilengkapi dengan fitur ASUS Intelligent Performance Technology (AIPT) loh writers. Dan  ASUS Intelligent Performance Technology (AIPT)  ini hadir dengan tiga mode performa yang bisa dipilih yaitu Performance Mode, Balance Mode, serta Whisper Mode. Di Performance Mode, prosesor dapat dipacu dayanya hingga 40W untuk menghadirkan performa yang lebih kencang.

 

Dan untuk menunjang kinerja ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) agar semakin maksimal untuk multitasking, ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) dibekali dengan memori 16GB dan penyimpanan berupa PCIe SSD yang memiliki performa tinggi serta kapasitas ekstra lega yaitu hingga 1TB. Ini mah kita bisa menginstal aplikasi apa saja, menyimpan drama atau musik banyak tetap tenang-tenang saja. Secara ya writers, memori ini ngaruh banget ke kinerja.

 

“Tampilan layar oke, performa juga mumpuni. Eh, bagaimana dengan desainnya? Konektivitas dan juga baterainya?”

 

Desain ASUS itu selalu cakep-cakep, pun dengan ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400). Laptop ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) ini tuh kan sebenarnya laptop 14 inchi tapi bodynya laptop 13 inchi loh, writers. Terus juga ringan karena hanya 1,4 kg saja. Bodynya juga tipis langsing singset dengan ketebalan 16,9 mm. Jadi cocok nih dibawa kemana-mana. Misal lagi bosen kerja di rumah, enteng juga bawanya kalau mau di bawa ke café gitu.

 

ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400)   yang ringan dan tipis

Btw, bentar deh… itu laptop 14 inchi kok bisa sih seperti laptop 13 inchi?”

 

Nah, inilah kecangihan dari ASUS writers. Dengan teknologi NanoEdge Display, bezel layar ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) dihadirkan sangat tipis yaitu hanya 3mm pada kedua sisi layarnya. Selain itu, bezel yang sangat tipis juga membuat ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) memiliki layar dengan screen-to-body ratio hingga 92%. Jadi, meskipun layarnya 14 inchi, laptopnya tetap mungil seperti laptop 13 inchi.

 

“Ketangguhannya bagaimana? Biasanya laptop tipis itu enggak kuat dan mudah rusak loh…”

 

Biasanya? ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) mah luar biasa kalikkkk. Secara ya writers, laptop ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) ini mengantongi sertifikasi lolos uji ketahanan berstandar US Military Grade (MIL-STD 810H). Beberapa pengujian ekstrem yang berhasil dilewati oleh ASUS  Zenbook 14X OLED (UX5400) di antaranya adalah tes jatuh, tes getaran, hingga tes operasional pada lingkungan ekstrem. Jadi, soal ketangguhan mah tidak perlu khawatir.

 

Oke, lanjut ke konektivitas ya writers…

 

Soal konektivitas, ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) ini dilengkapi dengan konektivitas yang cukup lengkap yaitu mulai dari konektivitas menggunakan port seperti HDMI 2.0, USB 3.2 Gen2 Type-A, hingga MicroSD dan 3.5mm combo audio jack yang akan memudahkan pengguna untuk beraktivitas tanpa harus bergantung pada dongle.

 

Konektivitas ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400

Terus nih writers, ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) juga dibekali dengan dua port USB Type-C Thunderbolt™ 4 loh. Port modern tersebut tidak hanya hadir dengan kecepatan transfer data yang tinggi, yaitu hingga 40Gbps, tetapi juga dapat digunakan untuk menghubungkan monitor tambahan dengan dukungan resolusi hingga 8K. Port tersebut juga telah mendukung fitur USB Power Delivery sehingga dapat digunakan untuk mengisi daya baterai melalui adapter charger maupun power bank.

 

Sementara konektivitas WiFi-nya, ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) dibekali dengan WiFi 6 yang tertanam di dalamnya. Tentunya dengan kecepatan data yang lebih tinggi dan lebih stabil bila dibandingkan dengan seri pendahulunya.

 

Dan terakhir tentang baterainya nih. ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) ini kapasitas baterainya lebih besar bila dibandingkan dengan seri pendahulunya. Untuk kapastitas baterai ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400)  yaitu 63Whr. ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400)  juga dilengkapi dengan fitur fast charging loh dimana  bisa mengisi  baterai hingga 50% dalam waktu 30 menit saja.

 

Nah writers, sudah lebih tahu kan tentang ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400)? Menurut kalian gimana? Cucok meong enggak nih untuk pekerjaan para blogger?

 

Yang saya lakukan dengan Laptop ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400)

ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) memang laptop keren—menurut saya—apalagi buat multitasking. Dan semoga ya, impian memiliki ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) dikabulkan agar pekerjaan juga semakin lancer dan sudah cukuplah sudah drama laptopnya rusak. Aamiin.

 

Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) Writing Competitionbersama bairuindra.com



Sabtu, 19 Februari 2022

Februari 19, 2022 0

Review Drama Korea Forecasting Love and Weather Episode 1 & 2

 

Review Drama Korea Forecasting Love and Weather Episode 1 & 2

 

Sabtu malam alias malam Minggu adalah waktu bagian drama Korea Forecasting Love and Weather dan Twenty Five Twenty One. Setelah kemarin aku mereview drama Korea Thirty Nine, kali ini aku mau ngereview drama Korea Forecasting Love and Weather yang pertama tayangnya sempat bikin BMKG trending bukan karena gempa. Wkwkwkw...

 

Kok bisa?

 

Bisa dong. Forecasting Love and Weather ini kan drama Korea yang menceritakan romansa pegawai BMKG Korea. Nah, penasaran enggak  nih sama drama Korea Forecasting Love and Weather? Yuk kita review :)

 


Sebelum mereview, aku mau ngasih tahu kalau drama Korea Forecasting Love and Weather ini tuh 19+ yak. Bahkan di episode 1 & 2 sudah menayangkan adegan ranjang. Hmm, kayak drama Korea Nevertheless-lah ya.

 

Drama Korea Forecasting Love and Weather

Drama: Forecasting Love and Weather (English title) / Meteorological Administration People: Office Romance Cruelty (literal title)

Revised romanization: Gisangchung Saramdeul: Sanaeyeonae Janhoksa Pyeon

Hangul: 기상청 사람들: 사내연애 잔혹사

Director: Cha Young-Hoon

Writer: Sun Young

Network: JTBC

Episodes: 16

Release Date: February 12 - April 3, 2022

Runtime: Saturday & Sunday 22:30

Language: Korean

Country: South Korea

 





Pemain

Park Min-Young : Jin Ha-Kyung

Song Kang : Lee Si-Woo    

Yoon Park : Han Ki-Jun       

Yura : Chae Yoo-Jin

Lee Sung-Wook : Eom Dong-Han

Kwon Hae-Hyo : Go Bong-Chan  

Moon Tae-Yoo : Shin Seok-Ho      

Yoon Sa-Bong : Oh Myung-Joo

Chae Seo-Eun : Kim Soo-Jin

Kim Jong-Tae : Director Choi

                                               

Review Drama Korea Forecasting Love and Weather

Drama Korea Forecasting Love and Weather ini adalah drama Korea yang bercerita tentang romansa pegawai Korea Meteorological Administration, ya kalau di Indonesia itu kayak BMKG. Dan tahu enggak writers? Kalau PD-nimnya itu sampai riset 2 tahun dan nungguin orang-orang yang kerja di BMKG. Mencari tahu bagaimana cara kerja mereka. Makanya, di drama Korea Forecasting Love and Weather ini tuh penjelasan tentang cuacanya detail banget. Apalagi sewaktu Lee Si-Woo berdebat dengan Eom Dong-Han tentang antisiklon saat memutuskan mengumumkan akan hujan atau tidak. Karena jadi pegawai di BMKG Korea itu enggak gampang writers, salah dikit saja bisa kena nyinyir dan mengumumkan akan hujan atau tidak itu juga mengeluarkan dana yang enggak sedikit.

 

Nonton drama Korea Forecasting Love and Weather ini aku jadi sedikit paham tentang BMKG, apa sih yang menyebabkan cuaca berubah? Ini bukan musim hujan kok bisa hujan sih? Kira-kira apa ya penyebabnya? Seru deh...

 

Dan serunya lagi, drama Korea Forecasting Love and Weather ini dibumbui dengan drama percintaan yang dibumbui dengan perselingkuhan. Mana pacarannya sekantor lagi, terus sama selingkuhannya juga saling terhubung alias sering ketemu gitu. Ya, ada nyesek-nyeseknya sih.

 

Jadi writers, ceritanya tuh Jin Ha-Kyung yang merupakan seorang pimpinan dari sebuah divisi di BMKG Korea punya pacar dan mau nikah sama Han Ki-Jun. Han Ki-Jun ini satu kantor sama Jin Ha-Kyung tapi beda divisi. Han Ki-Jun ini seorang juru bicara, jadi dia yang ngomong ke media tentang keadaan cuaca yang akan datang. Etapi, jabatan Jin Ha-Kyung ini lebih tinggi dari Han Ki-Jun.

 

Jin Ha-Kyung dan Han Ki-Jun ini sudah 10 tahun pacaran loh. Pernikahan mereka itu tinggal sebulan apa dua bulan gitu. Bahkan mereka sudah membeli apartemen bersama dan membeli perabot-perabotnya. Han Ki-Jun juga sudah menempati apartemen tersebut.

 

Tapiiii....

 

Mungkin karena Jin Ha-Kyung terlalu sibuk, atau sebenarnya kurang komunikasi, atau memang Han Ki-Jun yang breng**k. Han Ki-Jun ini selingkuh sama Chae Yoo-Jin. Chae Yoo-Jin ini seorang reporter, jadi dia sering ketemu sama Han Ki-Jun.

 

Chae Yoo-Jin sebenarnya sudah punya pacar yaitu Lee Si-Woo. Mereka bahkan sudah tinggal bersama.

 


Lee Si-Woo ini juga pegawai BMKG tapi enggak sekantor sama Jin Ha-Kyung dan Han Ki-Jun. Bukan di kantor pusatlah ya. Dan Lee Si-Woo ini tuh karakternya ceria, beda bangetlah ama peran Songkang jadi Park Jae-eon di Nevertheless. Aku lebih suka karakter Songkang jadi Lee Si-Woo yang selalu ceria, ngeyel soal pekerjaannya tentang perkiraan cuaca, apalagi Lee Si-Woo ini punya intuisi yang kuat soal memprediksi cuaca. Tapi dia memprediksi berdasarkan data juga loh,ya...

 

Di drama Korea Forecasting Love and Weather ini Lee Si-Woo bisa dibilang bucin. Dia beli mobil dan dicicil, terus ngajak pacarnya--Chae Yoo-Jin—makan ke tempat yang selama ini Chae Yoo-Jin inginkan. Dan sebenarnya Lee Si-Woo juga pengen ngajak Chae Yoo-Jin jalan-jalan tapi ditolak. Jujurly, dari awal episode 1 aja karakter Chae Yoo-Jin udah nyebelin, kayak enggak menghargai Lee Si-Woo. Eh, ternyata dia sudah berselingkuh dengan  Han Ki-Jun.

 


Nonton drama Korea Forecasting Love and Weather ini sedari episode 1 udah dibikin kesel sih sama karakter Han Ki-Jun dan Chae Yoo-Jin yang berselingkuh. Lah gimana enggak? Han Ki-Jun kalau aku pikir-pikir kayak laki kurang modal dan perhitungan, tepatnya sih enggak tahu malu. Meskipun apartemen dan perabot disiapkan bersama Jin Ha-Kyung, ternyata Jin Ha-Kyung yang lebih banyak mengeluarkan duit. Dan gilanya itu Han Ki-Jun ngajakin Chae Yoo-Jin ke apartemennya. Parahnya lagi, Jin Ha-Kyung memergoki mereka lagi main diranjang. Parah banget, kan?

 

Han Ki-Jun juga kagak ada rasa bersalahnya. Kayak enggak ada menyesalnya. Pernikahan dia dengan Jin Ha-Kyung memang batal, tapi ternyata tetap menikah juga dengan Chae Yoo-Jin. Dan ternyata nih ternyata, Han Ki-Jun tidak pernah tahu kalau Chae Yoo-Jin pernah pacaran sama Lee Si-Woo dan tinggal bareng. Nah nah...

 


Di episode 2 karakter Han Ki-Jun tambah ngadi-ngadi. Bagaimana enggak? Masa iya maunya apartemen dan perabotan dibagi dua. Padahal kan di awal perpisahan tuh pernjanjiannya  apartemen buat Jin Ha-Kyung sebagai kompensasi karena Han Ki-Jun yang salah. Lagian kan Han Ki-Jun hanya membayar apartemen itu sebesar 7%. Makanya puas banget aku pas lihat Han Ki-Jun di maki Jin Ha-Kyung di kantornya.

 

Aku kalau jadi Jin Ha-Kyung juga kesel sih. Apalagi masih sekantor karena Han Ki-Jun enggak jadi di mutasi karena kemampuannya menghadapi media.

 

Dan nyesek juga jadi Jin Ha-Kyung yang jadi bahan ghibahan karena pacaran sekantor dan enggak jadi nikah karena diselingkuhi. Bahkan pimpinan sampai menawari Jin Ha-Kyung ke Swiss agar karirnya bisa lebih baik lagi. Tapi... ditolak dong.

 

Serunya lagi nih, Lee Si-Woo akhirnya pindah ke kantor Jin Ha-Kyung dan satu divisi loh. Sesama korban perselingkuhan bisa-bisa jatuh cinta nih. Dan ada quote yang paling aku suka dari Lee Si-Woo :

 


Kalau Han Ki-Jun sih memang benar-benar enggak tahu malu yak... heran aku, ada gitu ya cowok kayak dia?

 


Malam ini episode 3 drama Korea Forecasting Love and Weather. Sudah enggak sabar karena pasti seru banget, nih. Hehehe...

 

Oh ya, permasalahan lain yaitu tentang Eom Dong-Han yang sempat kerja jauh dari keluarga tapi akhirnya  di mutasi dan kerja satu divisi sama Jin Ha-Kyung dan Lee Si-Woo.

 

Sebenarnya sih aku kasihan sama Eom Dong-Han. Lah, lama kerja jauh dari keluarga terus isteri dan anaknya kayak asing dan tidak menyambut baik kepulangannya. Dan maaf nih, kok aku malah suudzon yak ama isterinya. Selingkuh kagak, ya?

 

Buat writers yang mau nonton, drama Korea Forecasting Love and Weather ini salah satu drama Korea on going yang recomended di tonton di akhir pekan loh.

Jumat, 18 Februari 2022

Februari 18, 2022 1

Review Drama Korea Thirty Nine Episode 1 & 2

 Review Drama Korea Thirty Nine Episode 1 & 2

 

Hai writers, ada yang nungguin drama terbarunya calon manten Son Ye Jin enggak nih? Drama terbaru Son Ye Jin yang bertema persahabatan—Thirty Nine—ini sudah tayang perdana tanggal 16 Februari kemarin. Kupikir sih dramanya ya bercerita tentang persahabatan yang biasa aja, eh ternyata baru episode 2 saja sudah ngajakin nangis. Ada perpisahan kayak cerita persahabatan di drama Korea Now We Are Breaking Up yang belum lama tamat.

 

Bicara soal persahabatan memang menarik banget buat aku. Merasakan punya sahabat yang bisa diajak berkeluh kesah. Tahu kita apa adanya tapi tetap menerima kita apa adanya. Dan bersyukur banget aku juga punya sahabat sedari SMA yang meskipun kita sudah enggak bersama-sama lagi karena pada ngikut suami, tapi komunikasi tetap lancar jaya.


 

Btw, kenapa aku malah curhat sih? Kan aku mau review drama Korea Thirty Nine episode 1 & 2. Maafkan kalau reviewnya aku mengandung spoiler ya writers, karena jujurly aku memang suka baca spoiler film atau drama yang mau aku tonton #ehhh.

 

Review Drama Korea Thirty Nine Episode 1 & 2

Drama: Thirty Nine

Revised romanization: Seoreun, Ahop

Hangul: 서른, 아홉

Director: Kim Sang-Ho

Writer: Yoo Young-A

Network: JTBC

Episodes: 12

Release Date: February 16, 2022 --

Runtime: Wed. & Thu. 22:30

Language: Korean

Country: South Korea

 


Pemain

Son Ye-jin as Cha Mi-jo

Jeon Mi-do as Jeong Chan-young

Kim Ji-hyun as Jang Joo-hee

Yeon Woo-jin as Kim Seon-woo

Lee Moo-saeng as Kim Jin-seok

Lee Tae-hwan as Park Hyun-joon

 

Review & Sinopsis drama Korea Thirty Nine Eps 1 & 2

Drama Korea Thirty Nine ini adalah drama Korea yang bercerita tentang persahabatan 3 orang perempuan yang berusia 39 tahun, mereka adalah Cha Mi-Jo yang diperankan Son Ye-jin, Jeong Chan-young yang diperankan Jeon Mi-do, dan Jang Joo-hee yang diperankan Kim Ji-hyung.

 

Cha Mi-Jo ini bekerja sebagai kepala rumah sakit dermatologi. Karakter Cha Mi-jo ini kalau ngomong suka asal njeplak alias terlalu jujur. Bisa dibilang kurang ramah meskipun sebenarnya baik hati. Hmm, kalau nonton Crash Landing On You, ya miriplah sama karakter Yoon Se-ri. Cha Mi-jo ini juga modis. Dia sebenarnya adalah seorang anak yang diadopsi oleh sebuah keluarga kaya. Cha Mi-jo bisa dibilang beruntung sih karena dia memiliki ayah, ibu, dan kakak yang sayang banget sama dia. Bahkan, meskipun sering beradu mulut sama kakak tirinya, kakaknya Cha Mi-jo, Cha Mi-hyun (Kang Mal-geum) sayang dan perhatian banget loh sama Cha Mi-jo.

 


Saat Cha Mi-jo dilabrak oleh sekumpulan ibu-ibu di kliniknya dan dituduh sebagai pelakor lalu berakhir di kantor polisi, Cha Mi-hyun pun langsung melabrak balik itu ibu-ibu. Kagak terima banget adeknya difitnah dan diserang. Saat tahu kalau Cha Mi-jo ini terkena serangan panik dan ingin beristirahat jadi kepala klinik (ingin cuti setahun dan pergi ke Amerika), Cha Mi-hyun juga bilang ke orang tuanya dan orang tuanya juga mendukung Cha Mi-jo. Mengizinkan Cha Mi-jo beristirahat bahkan orang tuaangkatnya menawarkan mau menemani. Sejauh ini, keluarga Cha Mi-jo bisa dibilang harmonis dan bikin iri sih.

 


Dari 3 orang yang tengah menjalin persahabatan, menurut aku Jeong Chan-young yang diperankan oleh Jeon Mi-do adalah yang paling ngenes dan dari episode 1 sudah mengaduk-aduk emosi.

 

Karakter Jeong Chan-young ini bisa dibilang kasar. Dia juga perokok. Pekerjaan Jeong Chan-young sebagai guru akting. Di episode 1 & 2  belum diceritakan tentang keluarganya tapi fokus tentang  kisah cintanya dengan Kim Jin-seok yang menurut aku embuhlah. Mau dibilang Jeong Chan-young dan Kim Jin-seok berselingkuh, tapi juga enggak separah itu. Dibilang cinta tapi kok Kim Jin-seok sudah menikah.

 

Jadi tuh ceritanya Jeong Chan-young dan Kim Jin-seok kenal karena Cha Mi-jo. Keduanya sih sama-sama tertarik. Terus Kim Jin-seok ini ke luar negeri tapi Jeong Chan-young enggak ikut. Entah bagaimana ceritanya Kim Jin-seok ini malah menikah dengan perempuan lain dan mempunyai seorang anak.

 


Meskipun Kim Jin-seok sudah menikah, tapi dia tetap menjalin hubungan dengan Jeong Chan-young. Kim Jin-seok juga perhatian banget sama Jeong Chan-young. Bahkan saat Jeong Chan-young minta mengakhiri hubungan mereka, bisa-bisanya Kim Jin-seok masih cari perhatian saja dan menolaknya.

 

Dalam hubungan Jeong Chan-young dan Kim Jin-seok, menurut aku yang salah itu Kim Jin-seok. Dia enggak tegas. Dia bahkan dingin sama isterinya dan bersikap hangat pada Jeong Chan-young tapi Kim Jin-seok enggak bisa memilih salah satu. Egois banget, kan?

 


Aku yang awalnya emosi aja sama Jeong Chan-young karena menjalin hubungan sama laki orang, eh kagak tega juga sama posisi Jeong Chan-young. Apalagi saat Jeong Chan-young habis dari kantor Kim Jin-seok terus isterinya Kim Jin-seok datang. Jeong Chan-young pulang dan kehujanan lalu melihat Kim Jin-seok sepayung berdua sama isterinya. Serius kagak tega lihat wajah Jeong Chan-young.

 

Meweknya lagi di episode 2 diceritakan kalau Jeong Chan-young ini sakit dan meninggal. Duh... Nasibnya gini banget?

 


Mungkin yah, Jeong Chan-young salah karena masih menjalin hubungan dengan laki orang yang padahal sudah menikah, Jeong Chan-young enggak pernah tidur sama tuh laki. Jadi kayak main perasaan aja. Cha Mi-jo dan Jang Joo-hee sudah mengingatkan bahkan mengolok-olok Jeong Chan-young karena berselingkuh. Bahkan Cha Mi-jo menyalahkan diri sendiri, sering banget berkata kasar juga ke Jeong Chan-young untuk mengakhir hubungannya dengan Kim Jin-seok. Etapi... yang namanya sahabat, bagaimanapun sahabatnya ya tetap sahabat.

 

Jang Joo-hee diperankan oleh Kim Ji-hyun. Dia adalah seorang manager toko kosmetik. Dia hidup bersama ibunya yang merupakan pemilik sebuah restaurant. Jang Joo-hee ini karakternya pemalu. Di episode 1 & 2 belum banyak diceritakan tentang Jang Joo-hee. Dibandingkan kedua sahabatnya, Jang Joo-hee tidak pernah menjalin asmara bahkan masih perawan diusianya yang 39. Wwaaawww...

 


Di episode 2, baru sedikit diceritakan tentang Jang Joo-hee. Dia yang kayak tertarik sama seorang lelaki pemilik sebuah resto di dekat rumahnya. Tapi ya kayak baru awal sih karena disaat ketertarikan itu muncul, Jang Joo-hee dan 2 sahabatnya makan di restonya si lelaki ini, eh si lelaki ini didatangi seorang perempuan.

 

Oh ya, lelaki pemilik resto ini tuh temannya  Kim Seon-woo yang diperankan oleh Yeon Woo-jin. Kim Seon-woo ini seorang dokter yang baru pindah dari Amerika. Kepulangannya ke Korea karena ingin menyelesaikan masalahnya sama adik angkatnya yang kabur ke Korea dan membatalkan surat adopsi setelah kepergian ibu Kim Seon-woo.

 

Sebenarnya, Kim Seon-woo ini sempat bertemu dengan Cha Mi-jo, Jeong Chan-young, dan Jang Joo-hee di panti asuhan tempat Cha Mi-jo dulu. Kebetulan nih adik angkatnya Kim Seon-woo juga dari panti asuhan tersebut.

 


Karena drama arloji Cha Mi-jo yang tertinggal di panti. Kim Seon-woo akhirnya bertemu dengan Cha Mi-jo untuk menyerahkan arlojinya. Tapi Kim Seon-woo kayaknya emang sudah melirik Cha Mi-jo sejak di panti deh. Ya takdir saja berpihak. Mulai dari ngasih jam tangan, terus menyukai musik yang sama hingga mereka tidur bareng dan Kim Seon-woo ternyata kenalan Kim Jin-seok yang direkomendasikan sebagai dokter di klinik Cha Mi-jo. Lucunya tuh, saat Kim Seon-woo menyatakan perasaannya pada Cha Mi-jo saat mabuk. Tidak ada romantis-romantisnya. 

 

Nonton drama Korea Thirty Nine episode 1 & 2 ini aku bisa mewek. Apalagi yang episode 2, duh akting Son Ye Jin sewaktu nangis dan marah ke Kim Jin-seok karena tahu kalau sahabatnya sakit itu berasa nular. Bikin orang ikutan nangis dan kerasa aja bagaimana sayangnya dia ke sahabatnya.

 


Dan jujurly aku enggak sabar menantikan episode 3-nya. Penasaran sama kisah cintanya Jeong Chan-young dan Kim Jin-seok. Apalagi melihat previewnya kalau isterinya Kim Jin-seok melabrak Jeong Chan-young.

 

Buat writers yang mau nonton Thirty Nine, Thirty Nine ini tayang setiap hari Rabu dan Kamis dan bisa ditonton di JTBC & Netflix. Oh ya, meskipun ini bercerita tentang persahabatan yang dihiasi kisah romansa 3 orang perempuan berusia 39, sejauh ini sih tidak ada adegan dewasanya. Amanlah menurut aku.